Tampilkan postingan dengan label Fakta Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta Hewan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Binatang Langka yang Masih Diburu

Spesies langka di seluruh belahan dunia semakin langka karena berbagai alasan seperti kehilangan habitat, menjadi makanan dari predator, perubahan iklim, dan khususnya perburuan liar. Walaupun telah dilarang secara keras, spesies yang terancam punah ini masih tetap saja diburu karena berbagai alasan. Berikut 10 spesies langka yang masih diburu hingga sekarang ini tahupedia.com.

10. Buaya – Chinese Alligator

Sudah diketahui secara umum bahwa di dunia fashion, kulit buaya sangatlah berharga. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa spesies buaya pada awalnya masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”, untungnya berkat berbagai upaya konservasi yang ada di dunia maka status tersebut telah membaik menjadi “vulnerable” atau “rawan”. Namun hal ini tidak berarti mereka telah terbebas dari perburuan liar manusia. Salah satu spesies buaya yang paling terancam punah adalah Chinese Alligator yang diperkirakan sisa spesies ini adalah kurang dari 200 ekor.

9. Hiu – Great White Sharks

Salah satu spesies binatang yang masih paling banyak diburu hingga sekarang ini adalah spesies hiu yang dikategorikan masuk ke dalam “vulnerable” atau “rawan”. Walaupun mereka digambarkan sebagai ikan yang mengerikan dengan gigi yang berbahaya, pada kenyataannya manusia terus memburu spesies ini dengan tujuan untk mendapatkan sirip hiu berkualitas tinggi dan dijadikan sup kelas atas. Salah satu spesies hiu yang paling terancam punah adalah Great White Sharks yang diperkirakan jumlahnya di alam liar hingga sekarang hanya bersisakan 3.500 ekor.

8. Kuda Nil – Pygmy Hippopotamus

Merupakan hewan darat terbesar kedua di dunia setelah gajah dengan gigi menyerupai gading, bermulut besar dan salah satu hewan teragresif di dunia. Ini semua tidak berarti di hadapan manusia yang memburu gigi mereka tersebut, beberapa lainnya memburu kuda nil untuk sekedar mendapatkan piala perburuan. Pygmy hippopotamus adalah salah satu spesies kuda nil yang terancam punah di dunia dimana diperkirakan sisanya di alam liar hanyalah 2 hingga 3 ribu di dunia.

7. Cheetah 

Hewan darat tercepat di dunia yang mampu berlari hingga 70-75 mil per jam ini merupakan salah satu hewan yang keberadaannya masuk dalam kategori “vulnerable”. Ada berbagai alasan mengapa speies cheetah berada di kategori ini, seperti konflik di alam liar, perburuan liar, dan khususnya kehilangan habitat. Hingga sekarang spesies Cheetah hanya bersisakan 10 Ribu ekor di alam liar. 10 Ribu ekor Cheetah ini telah mewakili seluruh spesies dan subspesies Cheetah di berbagai belahan dunia.

6. Beruang – Polar Bear

Beruang adalah salah satu binatang paling berbahaya di dunia, dan oleh karena itu spesies ini terus dijadikan lambang piala perburuan yang popular. Beruang sendiri masuk ke dalam kategori “vulnerable” dimana sebagian besar di antaranya telah dipertimbangkan masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”. Salah satu spesies beruang paling terancam di dunia adalah spesies beruang paling berbahaya yaitu Beruang Kutub atau Polar Bear. Jumlahnya di alam liar hanya bersisakan sekitar 20 Ribu ekor saja.

5. Singa – African Lion

Diklasifikasikan sebagai “vulnerable” (rawan) dimana hanya satu tingkat lebih baik daripada “endangered” atau “terancam punah”. 20 tahun belakangan ini, populasi mereka terus menurun hingga 30-50%, kebanyakan karena pergerakan industri. Sama halnya seperti beruang, karena kepopularannya, maka spesies singa ini terus diburu untuk piala perburuan yang terkenal. Salah satu spesies singa yang paling terancam adalah African Lion dengan populasi sekitar 30 Ribu Ekor dimana setiap tahunnya diburu setidaknya hingga 600 ekor untuk tujuan olahraga (piala perburuan).

4. Ikan Tuna – Blue Fin Tuna

Ikan Tuna merupakan salah satu ikan paling komersial (paling banyak diburu dengan tujuan untuk makanan, dijual dan sejenisnya), selain itu harga ikan tuna juga tidak boleh diremehkan. Satu Ikan tuna yang berkualitas tinggi dapat berharga sampai dengan $700.000 (Sekitar 7 Miliar). Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak sekali perburuan tuna, dimulai dari tujuan komersial hingga tujuan olahraga. Lebih dair setengah spesies tuna berada dalam kategori terancam punah dimana Blue Fin Tuna sendiri benar-benar sudah berada di ujung kepunahan dengan populasi menurun hingga 90%.

3. Harimau

Merupakan spesies kucing lokal dari Asia salah satunya adalah hutan hujan Indonesia dan merupakan predator teratas dalam ekosistem tempat tinggal mereka. Ironisnya adalah walaupun begitu, hingga sekitar abad 20 masih ada 100 ribu ekor harimau di dunia, namun sekarang banyak spesies harimau yang telah punah dan semua subspesies sisanya masuk dalam kategori “critically endangered” atau “di ujung kepunahan”. Walaupun semua subspesies ini digabungkan menjadi satu, hanya akan ada sekitar 3 Ribu ekor harimau di dunia. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena perburuan kulit mereka, daging dan bagian-bagian tubuh, serta kehilangan habitat akibat penebangan liar.

2. Gajah – Sumatran Elephant

Gajah adalah salah satu hewan yang paling mudah untuk dibunuh manusia. Mereka tidak dapat bersembunyi serta dengan senjata api maka tubuh mereka tidaklah berarti. Salah satu tujuan utama dari peruruan ini adalah mendapatkan gading mereka yang setiap pasang gadingnya dapat berharga hingga $5.000 (Sekitar 50 Juta) jika berkualitas tinggi. Salah satu spesies gajah yang paling terancam adalah Gajah Sumatera (Sumatran Elepahant) yang kemunculannya sudah sangat jarang dilihat. Bahkan di beberapa lokasi lokal, mereka telah punah.

1. Badak – Java Rhinoceros

Salah satu keunikan dari badak adalah tanduknya, namun ini jugalah yang menjadi alasan dari perburuan badak dimana tanduk-tanduk mereka diburu untuk diproses menjadi gagang belati, diroses menjadi serbuk serta untuk beberapa kebutuhan medis tradisional. Dari tanduknya saja di pasar gelap para pemburu dapat mendapatkan $30.000 (Sekitar 300 Juta). Salah satu spesies paling terancam adalah Badak Jawa yang diperkirakan jumlahnya hanya tersisa sekitar 30 ekor saja.

Langka namun Masih Diburu

Spesies langka di seluruh belahan dunia semakin langka karena berbagai alasan seperti kehilangan habitat, menjadi makanan dari predator, perubahan iklim, dan khususnya perburuan liar. Walaupun telah dilarang secara keras, spesies yang terancam punah ini masih tetap saja diburu karena berbagai alasan. Berikut 10 spesies langka yang masih diburu hingga sekarang ini tahupedia.com.

10. Buaya – Chinese Alligator

Sudah diketahui secara umum bahwa di dunia fashion, kulit buaya sangatlah berharga. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa spesies buaya pada awalnya masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”, untungnya berkat berbagai upaya konservasi yang ada di dunia maka status tersebut telah membaik menjadi “vulnerable” atau “rawan”. Namun hal ini tidak berarti mereka telah terbebas dari perburuan liar manusia. Salah satu spesies buaya yang paling terancam punah adalah Chinese Alligator yang diperkirakan sisa spesies ini adalah kurang dari 200 ekor.

9. Hiu – Great White Sharks

Salah satu spesies binatang yang masih paling banyak diburu hingga sekarang ini adalah spesies hiu yang dikategorikan masuk ke dalam “vulnerable” atau “rawan”. Walaupun mereka digambarkan sebagai ikan yang mengerikan dengan gigi yang berbahaya, pada kenyataannya manusia terus memburu spesies ini dengan tujuan untk mendapatkan sirip hiu berkualitas tinggi dan dijadikan sup kelas atas. Salah satu spesies hiu yang paling terancam punah adalah Great White Sharks yang diperkirakan jumlahnya di alam liar hingga sekarang hanya bersisakan 3.500 ekor.

8. Kuda Nil – Pygmy Hippopotamus

Merupakan hewan darat terbesar kedua di dunia setelah gajah dengan gigi menyerupai gading, bermulut besar dan salah satu hewan teragresif di dunia. Ini semua tidak berarti di hadapan manusia yang memburu gigi mereka tersebut, beberapa lainnya memburu kuda nil untuk sekedar mendapatkan piala perburuan. Pygmy hippopotamus adalah salah satu spesies kuda nil yang terancam punah di dunia dimana diperkirakan sisanya di alam liar hanyalah 2 hingga 3 ribu di dunia.

7. Cheetah 

Hewan darat tercepat di dunia yang mampu berlari hingga 70-75 mil per jam ini merupakan salah satu hewan yang keberadaannya masuk dalam kategori “vulnerable”. Ada berbagai alasan mengapa speies cheetah berada di kategori ini, seperti konflik di alam liar, perburuan liar, dan khususnya kehilangan habitat. Hingga sekarang spesies Cheetah hanya bersisakan 10 Ribu ekor di alam liar. 10 Ribu ekor Cheetah ini telah mewakili seluruh spesies dan subspesies Cheetah di berbagai belahan dunia.

6. Beruang – Polar Bear

Beruang adalah salah satu binatang paling berbahaya di dunia, dan oleh karena itu spesies ini terus dijadikan lambang piala perburuan yang popular. Beruang sendiri masuk ke dalam kategori “vulnerable” dimana sebagian besar di antaranya telah dipertimbangkan masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”. Salah satu spesies beruang paling terancam di dunia adalah spesies beruang paling berbahaya yaitu Beruang Kutub atau Polar Bear. Jumlahnya di alam liar hanya bersisakan sekitar 20 Ribu ekor saja.

5. Singa – African Lion

Diklasifikasikan sebagai “vulnerable” (rawan) dimana hanya satu tingkat lebih baik daripada “endangered” atau “terancam punah”. 20 tahun belakangan ini, populasi mereka terus menurun hingga 30-50%, kebanyakan karena pergerakan industri. Sama halnya seperti beruang, karena kepopularannya, maka spesies singa ini terus diburu untuk piala perburuan yang terkenal. Salah satu spesies singa yang paling terancam adalah African Lion dengan populasi sekitar 30 Ribu Ekor dimana setiap tahunnya diburu setidaknya hingga 600 ekor untuk tujuan olahraga (piala perburuan).

4. Ikan Tuna – Blue Fin Tuna

Ikan Tuna merupakan salah satu ikan paling komersial (paling banyak diburu dengan tujuan untuk makanan, dijual dan sejenisnya), selain itu harga ikan tuna juga tidak boleh diremehkan. Satu Ikan tuna yang berkualitas tinggi dapat berharga sampai dengan $700.000 (Sekitar 7 Miliar). Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak sekali perburuan tuna, dimulai dari tujuan komersial hingga tujuan olahraga. Lebih dair setengah spesies tuna berada dalam kategori terancam punah dimana Blue Fin Tuna sendiri benar-benar sudah berada di ujung kepunahan dengan populasi menurun hingga 90%.

3. Harimau

Merupakan spesies kucing lokal dari Asia salah satunya adalah hutan hujan Indonesia dan merupakan predator teratas dalam ekosistem tempat tinggal mereka. Ironisnya adalah walaupun begitu, hingga sekitar abad 20 masih ada 100 ribu ekor harimau di dunia, namun sekarang banyak spesies harimau yang telah punah dan semua subspesies sisanya masuk dalam kategori “critically endangered” atau “di ujung kepunahan”. Walaupun semua subspesies ini digabungkan menjadi satu, hanya akan ada sekitar 3 Ribu ekor harimau di dunia. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena perburuan kulit mereka, daging dan bagian-bagian tubuh, serta kehilangan habitat akibat penebangan liar.

2. Gajah – Sumatran Elephant

Gajah adalah salah satu hewan yang paling mudah untuk dibunuh manusia. Mereka tidak dapat bersembunyi serta dengan senjata api maka tubuh mereka tidaklah berarti. Salah satu tujuan utama dari peruruan ini adalah mendapatkan gading mereka yang setiap pasang gadingnya dapat berharga hingga $5.000 (Sekitar 50 Juta) jika berkualitas tinggi. Salah satu spesies gajah yang paling terancam adalah Gajah Sumatera (Sumatran Elepahant) yang kemunculannya sudah sangat jarang dilihat. Bahkan di beberapa lokasi lokal, mereka telah punah.

1. Badak – Java Rhinoceros

Salah satu keunikan dari badak adalah tanduknya, namun ini jugalah yang menjadi alasan dari perburuan badak dimana tanduk-tanduk mereka diburu untuk diproses menjadi gagang belati, diroses menjadi serbuk serta untuk beberapa kebutuhan medis tradisional. Dari tanduknya saja di pasar gelap para pemburu dapat mendapatkan $30.000 (Sekitar 300 Juta). Salah satu spesies paling terancam adalah Badak Jawa yang diperkirakan jumlahnya hanya tersisa sekitar 30 ekor saja.

Binatang Cantik Berwarna Jadul

1. Panda

Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Pada setengah abad ke-20 terakhir, panda menjadi semacam lambang negara Tiongkok, dan sekarang ditampilkan pada uang emas negara tersebut.  Nama China-nya berarti “kucing-beruang,” dan juga bisa dibaca dibalik tanpa mengubah arti. Ia dinamai panda di Barat karena mirip dengan Panda Merah, dan dulunya dikenal sebagai Beruang Belang (Ailuropus melanoleucus).

2. Paus Orca

Paus Pembunuh atau Orca (Orcinus orca) adalah spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Spesies ini ditemukan di seluruh samudera, dari kawasan dingin seperti Artik dan Antarktika hingga kawasan bersuhu hangat. Paus Pembunuh merupakan predator puncak di lautan, kebanyakan populasi memakan ikan, sementara populasi lainnya memakan mamalia laut seperti singa laut, anjing laut, walrus hingga paus besar.

3. Tapir

Tapir adalah binatang herbivora yang memakan dedaunan muda di sepanjang hutan atau pinggiran sungai. Tapir memiliki bentuk tubuh seperti babi, telinga yang mirip badak dan moncongnya yang panjang mirip trenggiling, sementara lenguhannya lebih mirip suara burung daripada binatang mamalia. Tapir merupakan hewan yang soliter, kecuali pada musim kawinnya. Aktivitasnya lebih banyak pada malam hari (nokturnal). Aktivitas makan biasanya dilakukan sambil tetap terus berpindah dalam jalur yang berpindah-pindah. Jangkauan jelajah tapir sangat luas karena mereka cenderung berjalan jauh untuk menemukan lokasi yang kaya garam mineral

4. Zebra

Zebra adalah binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih. Habitat hewan ini tersebar di Afrika Selatan, Afrika Barat, dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu zebra gunung (Equus zebra), zebra dataran (Equus quagga) dan zebra primitif (Equus grevyi).  Belang-belang pada tubuh zebra dapat membantu sistem pertahanan zebra terhadap predator. Belang zebra dapat membingungkan predator. Zebra memiliki “warna disruptif” seperti beberapa katak pohon dan ular belang. Belang pada tubuh zebra memecah kontur rata hewan, menyamarkan bentuk asli zebra. Ketika zebra bergerak, pola itu lebih membingungkan lagi.

5. Sapi Holstein

Sapi holstein atau frisia merupakan salah satu trah sapi perah yang sekarang dikenal sebagai sapi yang terbanyak memproduksi susu di peternakan susu. Berasal dari Eropa, sapi holstein dikembangbiakkan di daerah yang sekarang menjadi Provinsi Holland Utara dan Friesland, Belanda (jadi bukan dari Holstein, Jerman). Sapi holstein berukuran besar dengan totol-totol warna hitam dan putih di sekujur tubuhnya. Dalam arti sempit, sapi holstein memiliki telinga hitam, kaki putih, dan ujung ekor yang putih. Di Indonesia sapi jenis FH ini dapat menghasilkan susu 20 liter/hari, tetapi rata-rata produksi 10 liter/hari atau 3.050 kg susu 1 kali masa laktasi. Sapi jantan jenis FH ini dapat mencapai berat badan 1.000 kg, dan berat badan ideal betina adalah 635 kg. Di Amerika sapi jenis FH ini dapat memproduksi lebih dari 7.000 kg susu dalam 1 kali masa laktasi.

6. Anjing Dalmation

Dalmatian adalah nama jenis anjing yang dikenal dengan warna kulitnya yang putih dengan (pada umumnya) noda-noda hitam. Variasi warna coklat juga kadang ditemukan walaupun jauh lebih jarang. Nama Dalmatian berasal dari Provinsi Dalmatia dari negara Kroasia, yang diperkirakan sebagai asal dari jenis ini.

7. Harimau Putih

Harimau putih adalah sejenis harimau yang membawa gen resesif yang menghasilkan pewarnaan pucatnya. Ada juga satu fitur genetik yang menyebabkan belangnya juga berwarna pudar; harimau putih seperti pula disebut harimau “putih salju” atau putih sejati. Ini terjadi bila seseekor harimau mewarisi dua salinan gen resesif untuk pewarnaan pudar yang jarang ini. Harimau putih berhidung merah jambu, berpusat kaki merah jambu, berkulit kelam kelabu, bermata biru es dan berbulu putih atau putih kuning berbelang hitam, kelabu atau coklat

Anjing yang Dilarang Ditangkarkan di Dunia

Di penghujung tahun 1980an, sebuah terjadilah sebuah serangan epidemis yang dilakukan oleh anjing jenis Pit bull, sehingga menyebabkan adanya pelarangan penangkaran dan pemeliharan anjing sejenis Pit Bull. Pada tahun 1991, Parlemen Inggris bahkan melarang beberapa jenis anjing lainnya yang diikuti pula oleh beberapa negara lain. Berikut adalah 5 jenis anjing yang dilarang menurut unikgaul.com:

1. Boerboel

Anjing jenis Boerboel ini berasal dari daratan Afrika Selatan, dan penampilannya hampir mirip dengan anjing Bull Mastiff. Nama Boerboel sendiri diambil dari bahasa Belanda yang artinya “Anjing Peternakan.” Boerboel merupakan hasil persilangan dari beberapa jenis anjing lokal yang ada di Afrika dan anjing penjaga, dan dibawa ke daratan Eropa, terutama Belanda, oleh para pendatang yang berasal dari Afrika.

Di akhir tahun 1920’an, sebuah perusahaan intan De Beers membawa anjing Bull Mastiff ke Afrika Selatan untuk menjaga tambang mereka, dari situlah terjadi perkembang biakan hingga menghasilkan jenis Boerboel. Jenis baru yang hebat sebagai penjaga, tidak terlalu agresif dan sangat lembut ketika berada di dekat anak-anak. Berat mereka mampu mencapai 150 pon, namun di Negara Denmark mereka tidak diperboleh untuk dijadikan sebagai anjing peliharaan.

2. Wolfdog

Ada banyak perkembangbiakan yang menyilangkan antara serigala dan anjing lokal, termasuk wolfdog yang berasal dari Ceko-Slovakia—merupakan persilangan antara anjing gembala Jerman dan Serigala Carpathia, dan Saarlos Wolfhound—persilangan antara anjing Gembala Jerman dengan serigala dari McKenzie Valley. Mungkin jenis Wolfdog yang terkenal adalah yang ada dalam tulisan fiksi Jack London, White Fang.

Karakter yang dimiliki oelh Wolfdog diantaranya adalah susah diterka, dan bereaksi terhadap situasi seperti serigala dan anjing. Mereka tercatat suka menyerang manusia khususnya anak-anak kecil, yang dianggapnya sebagai mangsa. Serigala Anjing ini tidak diperbolehkan di Negara Norwegia.

3. Neapolitan Mastiff

Anjing jenis Neapolita Mastiff atau juga Neo, berasa dari daratan Itali, yang dahulu digunakan sebagai anjing gladiator (petarung) di arena Coloseum. Mereka juga digunakan sebagai anjing perang oleh militer Romawi. Saat ini, mereka biasa digunakan sebagai anjing penjaga rumah. Penampilannya sangat mencolok, memiliki berat tubuh jantannya mampu mencapai 200 pon. Anjing jenis ini dilarang untuk dipelihara di Singapura, bahkan di Romania Anda harus memiliki sertifikasi yang menyatakan psikologi anda sehat.

4. Bandog

Kata ‘Bandog’ telah digunakan semenjak abad pertengahan dan digunakan untuk menggambarkan sejenis anjing besar yang tidak dirantai dan bertugas sebagai penjaga properti. Namun Bandog modern sekarang ini sudah tidak murni lagi secara genetika, mereka telah dicampuri oleh Pit Bull terriers dan beberapa jenis Mastiff. Jenis ini dikembangbiakan pada tahun 2960’an, oleh seorang pecinta binatag, John Swinford. Salah satu anjing John yang terkenal adalah Bantu—galak, tangguh, dan gigi dalam sebuah pertarungan. Beratnya mampu mencapai 80-hingga 150 pon. Anjing jenis Bandog ini dilarang di negara manapun.

5. American Bulldog

Dilarang untuk dimiliki, dikembangbiakan di Singapura, Denmark dan beberapa kota besar lainnya, anjing American Bulldog ini merupakan anjing asli berasal dari pedalaman selatan Amerika, yang digunakan sebagai anjing penjaga peternakan. Mampu menangkap dan mengalahkan babi hutan liar yang bertaring tajam, menggusur serta mengangkatnya walaupun babi itu seberat ratusan pon. Ia adalah petarung yang buas, kekuatan rahangnya luar biasa hingga menggigit dan merobek lawannya dengan erat. Beratnya mampu mencapai 70 hingga 120 pon, bahkan bisa lebih dari itu.